Anggota DPRD Sumatera Utara dari Komisi A, Abdul Rahim Siregar, mengapresiasi aksi damai dalam rangka penolokan praktek jual beli narkoba di Kota Padang Sidempuan. Aksi yang berlangsung tertib dan damai itu tidak boleh dipandang sebagai kegiatan biasa. Menurutnya, aksi tersebut merupakan puncak akumulasi keresahan masyarakat terhadap ancaman narkoba yang dinilai semakin merusak generasi muda dan mengancam masa depan daerah.
“Aksi damai ini adalah peringatan keras dari masyarakat. Jangan dianggap remeh. Ini suara hati rakyat yang sudah lama resah melihat narkoba semakin merajalela. Negara harus hadir dan menunjukkan tindakan nyata,” tegas Abdul Rahim Siregar, Senin yang lalu 8/6.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumut itu menilai, apabila tuntutan masyarakat tidak segera direspons dengan langkah konkret, maka potensi kekecewaan publik akan semakin besar. Kondisi tersebut, kata dia, dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap keseriusan aparat dalam memberantas jaringan narkoba.
Abdul Rahim juga meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi menyeluruh terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya aktivitas transaksi narkoba yang berkedok usaha hiburan atau karaoke keluarga di kawasan Jalan Baru Padangsidimpuan. Dirinya menganggap bahwa setiap informasi yang berkembang harus ditindaklanjuti secara profesional berdasarkan fakta, hukum, dan alat bukti yang sah agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Ketua Umum FORMADANA Indonesia itu meminta perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan unsur Forkopimda tingkat provinsi apabila upaya pemberantasan narkoba di daerah dinilai belum berjalan maksimal. Ia secara khusus mendesak Gubernur Sumatera Utara, Kapolda Sumut, Pangdam I/Bukit Barisan, dan Kepala BNN Sumut untuk turun tangan memastikan perang terhadap narkoba benar-benar dijalankan hingga ke akar jaringan.
“Jangan sampai pemberantasan narkoba hanya menjadi slogan semata. Masyarakat menunggu tindakan nyata. Aparat harus membuktikan bahwa negara tidak kalah oleh bandar dan jaringan narkoba,” tegasnya.
Abdul Rahim menilai perang melawan narkoba harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia mendorong gerakan pemberantasan narkoba dilakukan secara masif dan berkelanjutan mulai dari wilayah Tabagsel hingga seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
“Kita harus memulai perang terhadap narkoba secara serius. Dari Tabagsel, bergerak ke Tapanuli Barat, Pantai Timur, Medan, Deli Serdang, Langkat hingga seluruh Sumatera Utara. Ini bukan sekadar tugas aparat, melainkan perjuangan bersama untuk menyelamatkan generasi muda dan masa depan daerah,” pungkasnya. red.


Leave a Reply