PKS Nilai Ajang Olahraga Internasional Dapat Perkuat Diplomasi Kemanusiaan untuk Palestina

JAKARTA – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memandang ajang olahraga internasional tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi antarnegara, tetapi juga dapat menjadi media diplomasi yang memperkuat solidaritas global terhadap berbagai isu kemanusiaan. Salah satunya adalah dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina yang dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak disuarakan melalui berbagai kegiatan olahraga dunia.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Fraksi PKS, Ahmad Heryawan, dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna ke-26 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025/2026 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut Ahmad Heryawan, penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 menjadi contoh bagaimana sebuah ajang olahraga mampu menghadirkan pengaruh yang melampaui pertandingan di lapangan. Selain menyatukan perhatian masyarakat dunia, turnamen tersebut juga membuka ruang bagi berbagai negara untuk menyuarakan nilai-nilai perdamaian, solidaritas, dan kemanusiaan.

“Piala Dunia juga menjadi sarana soft diplomacy. Kita melihat banyak negara di Eropa seperti Spanyol, Portugal, Inggris, Prancis, hingga Norwegia menunjukkan keberpihakan kepada Palestina. Bahkan hasil penjualan tiket pada salah satu laga Norwegia disalurkan untuk kepentingan masyarakat Palestina. Ini merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan yang patut diapresiasi,” ujar Ahmad Heryawan.

Selain menjadi ruang diplomasi, ia menilai penyelenggaraan Piala Dunia 2026 juga akan memberikan dampak ekonomi yang sangat besar. Aktivitas ekonomi diperkirakan akan tumbuh melalui sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, industri kreatif, hingga hak siar yang melibatkan ratusan negara.

“Sebaran denyut ekonominya sangat luar biasa. Dari penjualan tiket, berbagai sektor pendukung, hingga hak siar yang nilainya sangat besar, semuanya memberikan manfaat ekonomi yang tidak sedikit,” katanya.

Ahmad Heryawan menjelaskan, Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah. Turnamen tersebut akan diikuti 48 negara, meningkat dari 32 peserta pada edisi sebelumnya, dengan total 104 pertandingan. Selain itu, untuk pertama kalinya penyelenggaraan Piala Dunia dilakukan secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

“Gelaran World Cup kali ini unik. Peserta bertambah dari 32 menjadi 48 negara sehingga total pertandingan mencapai 104 laga, terbanyak sepanjang sejarah. Selain itu, untuk pertama kalinya Piala Dunia diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko,” jelasnya.

Ia menilai besarnya skala penyelenggaraan tersebut menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi instrumen strategis yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan antarbangsa dan memperluas perhatian dunia terhadap isu-isu kemanusiaan.

Karena itu, Ahmad Heryawan berharap masyarakat internasional dapat memaknai Piala Dunia FIFA 2026 bukan semata sebagai pesta sepak bola dunia, melainkan juga sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas global dan kepedulian terhadap bangsa-bangsa yang masih memperjuangkan hak serta kemerdekaannya, termasuk Palestina.

Sumber: Website Fraksi PKS DPR RI, Juli 2026


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *