Judi Online Kian Meresahkan, PKS Serukan Pencegahan Sejak Dini

JAKARTA – Maraknya praktik judi online di Indonesia menjadi perhatian serius karena dampaknya yang semakin luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan ketahanan keluarga. Kemudahan akses melalui berbagai platform digital membuat perjudian daring tidak hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi juga mulai mengancam generasi muda. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN), Bachtiar Firdaus, menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dimulai sejak dini melalui peran keluarga, pendidikan, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurut Bachtiar, judi online bukanlah jalan pintas menuju kesejahteraan, melainkan jebakan yang perlahan menguras harta, merusak kesehatan mental, serta menghancurkan masa depan pelakunya.

“Jangan pernah tergoda oleh iming-iming kemenangan instan dari judi online. Apa yang terlihat sebagai jalan mudah menuju kekayaan sesungguhnya adalah jebakan yang perlahan menguras harta, merusak mental, dan menghancurkan masa depan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, banyak pelaku awalnya hanya mencoba-coba karena rasa penasaran atau tergiur promosi yang menjanjikan keuntungan besar. Namun, kemenangan sesaat justru menjadi pintu masuk menuju ketergantungan yang membuat seseorang terus berjudi hingga mengalami kerugian finansial, kehilangan pekerjaan, terjerat utang, bahkan melakukan pelanggaran hukum.

“Ketika seseorang mulai ketagihan, ia akan terus mengejar kemenangan yang belum tentu datang. Akibatnya, tabungan habis, utang menumpuk, keluarga menjadi korban, bahkan tidak sedikit yang kehilangan pekerjaan dan melakukan tindakan melanggar hukum demi mendapatkan uang untuk berjudi,” katanya.

Bachtiar menilai generasi muda merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki intensitas penggunaan teknologi digital yang tinggi. Tanpa pengawasan yang memadai dan literasi digital yang baik, berbagai promosi judi online yang beredar di media sosial maupun platform digital berpotensi menarik rasa penasaran anak muda hingga akhirnya terjerumus dalam praktik perjudian.

Karena itu, menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui penguatan pendidikan agama, penanaman nilai moral, peningkatan literasi digital, serta pendampingan dari keluarga. Orang tua memiliki peran penting sebagai benteng pertama dalam membimbing anak menggunakan teknologi secara bijak sekaligus membangun karakter yang kuat agar tidak mudah tergoda oleh berbagai bentuk kejahatan digital.

Bachtiar juga mengingatkan bahwa dampak judi online tidak hanya berhenti pada kerugian ekonomi. Praktik tersebut dapat mengikis karakter, melemahkan etos kerja, serta mengurangi nilai kejujuran dan tanggung jawab yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

“Tidak ada kemenangan sejati dalam perjudian. Yang ada hanyalah kerugian yang datang sedikit demi sedikit hingga akhirnya menghancurkan kehidupan seseorang dan keluarganya,” tegasnya.

Selain memperkuat pencegahan di lingkungan keluarga, Bachtiar mengajak masyarakat untuk membangun budaya hidup yang produktif. Ia mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan keterampilan, serta mencari rezeki melalui cara yang halal dan penuh keberkahan.

“Isi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, bekerja dengan sungguh-sungguh, terus belajar, memperkuat ibadah, dan mencari rezeki melalui jalan yang halal serta penuh keberkahan. Itulah fondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sebagai Ketua DPP PKS Bidang Relawan dan Saksi Nasional, Bachtiar juga mengajak relawan PKS bersama seluruh elemen masyarakat menjadi bagian dari gerakan pencegahan judi online melalui edukasi, pendampingan keluarga, serta kampanye positif di tengah masyarakat. Menurutnya, perlindungan terhadap generasi muda membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan keluarga agar tercipta lingkungan yang sehat dan bebas dari praktik perjudian digital.

“Mari katakan dengan tegas: Tolak Judi Online. Jaga harta, jaga keluarga, dan jaga masa depan. Indonesia yang kuat dibangun oleh masyarakat yang bekerja keras, menjunjung kejujuran, dan mencari rezeki dengan cara yang halal, bukan melalui taruhan yang menyesatkan,” pungkas Bachtiar Firdaus.

Sumber: Website DPP PKS, Juli 2026


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *